Peranan Fintech dalam Membangun Ekonomi Indonesia


 

Wikimedia - Saat ini, siapa yang tidak mengenal fintech lending? Ya tahun ini, fintech 2021 yang terkenal dengan layanannya berupa peer-to-peer lending adalah sebuah layanan finansial yang menjadi wadah bagi para peminjam dan pemberi pinjaman yang bertransaksi dalam kegiatan pinjam-meminjam uang untuk berbagai kebutuhan dan merupakan investasi terbaik untuk pemula

 

Peminjam dan pemberi pinjaman bisa siapa saja, tidak terbatas oleh status sosial, tingkat pendidikan, bahkan tempat tinggal mereka. Sebab, layanan finansial ini dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital yang menghubungkan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Sehingga bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Lalu, apa sebenarnya fungsi dari kehadiran layanan peer-to-peer lending di Indonesia? Kami punya jawabannya. Yuk, cari tahu lewat ulasan di bawah ini! 

 

1. Membantu meningkatkan potensi ekonomi Indonesia

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesetaraan akses pada permodalan menjadi penting karena bisa berperan sebagai efek pengganda ke pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu elemen kunci yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara efektif adalah pemanfaatan kredit untuk modal usaha agar dapat mempercepat kemampuan produksi. Pemanfaatan teknologi digital untuk membantu pihak yang unbanked dapat meningkatkan PDB setidaknya sebesar 2% hingga 3% di Indonesia. 

 

Potensi peningkatan ekonomi nasional berasal dari kalangan menengah ke bawah dan UMKM. Total ada 186 juta individu usia produktif yang masuk dalam segmen pengeluaran per kapita menengah ke bawah, dan ada 63 juta bisnis UMKM di Indonesia, serta mayoritas belum memiliki akses kredit. Sehingga menjadi peluang yang besar bagi para pelaku fintech lending untuk bantu memberi mereka akses ke permodalan. 

 

Ada berbagai metode pencairan pinjaman dan pembayaran yang menciptakan banyak saluran akses kepada konsumen. Yang paling banyak adalah model marketplace. Platform marketplace lending bertindak sebagai penghubung. Ada juga pinjaman dalam bentuk non tunai, misalnya diberikan dalam bentuk bahan baku untuk kebutuhan menjalankan sebuah bisnis UMKM. 

 

Untuk pengawasan, lembaga seperti OJK turut serta mengawasi fintech lending, dan menciptakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada tahun 2018 untuk menjadi pusat kolaborasi antara regulator dan pemain demi menciptakan pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap inovasi serta perlindungan pelanggan. 

 

2. Memberi akses pada individu dan UMKM yang kurang terlayani

Salah satu aplikasi investasi 100 ribu profit harian terbaik adalah fintech. Fintech lending juga memiliki fungsi untuk membuka peluang yang sama bagi siapa saja. Karena, setiap usaha apalagi UMKM diharapkan bisa tumbuh dan berkembang di negerinya sendiri. Apalagi sekarang ditunjang oleh platform pemasaran yang beragam sehingga memudahkan para pelaku UMKM memasarkan produk mereka. Semakin banyak produk yang dijual, semakin besar pula modal yang dibutuhkan. 

 

Dengan hadirnya layanan peer-to-peer lending, dapat memudahkan para pelaku UMKM untuk mendapat bantuan modal usaha agar bisnis mereka bisa maju. Apalagi persentase gagal bayar yang terjadi di Indonesia terbilang kecil, yaitu rata-rata sekitar 2,4% yang masih bisa diantisipasi dengan berbagai cara. Misalnya, mengharuskan para pelaku UMKM ikut asuransi ketika akan meminjam menggunakan layanan peer-to-peer lending, melakukan credit scoring secara tepat, atau melakukan invoice financing. 

 

Pemberi pinjaman sebanyak 78% berusia di bawah 30 tahun. Ini menunjukkan minat investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah yang cukup tinggi dari masyarakat generasi milenial. Dengan adanya keseimbangan antara permintaan pinjaman dengan pemberi pinjaman, layanan peer-to-peer lending dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat.


EmoticonEmoticon